Informasi
Berita
Agenda
Fakultas & Jurusan
Rabu, 27 Januari 2010 - 23:48:11 WIB
Kado Akhir Tahun untuk Fakultas
view : 359 times

Di penghujung akhir tahun 2009, mahasiswa Ilmu Komunikasi (Ikom) meluncurkan tiga buku sekaligus di Aula BAU (30/12). Didampingi Nurudin selaku Sekretaris Jurusan Ikom dan selaku perwakilan dari penulis, Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Fajar Junaidi hadir sebagai pembedah buku.

Tiga buku yang duluncurkan adalah Jejak Pers (Tapak-Tapak Kaki Kuli Tinta Mencari Jati Diri), Kuda Troya (Mengurangi Benang Kusut Ekonomi dan Politik Media Massa) dan Kutu-Kutu Media (Seksualitas dalam Globalisasi Media). Ketiganya merupakan kumpulan tulisan mahasiswa Konsentrasi Jurnalistik dan Studi Media Jurusan Ilmu Komunikasi UMM yang dibina Nurudin, dosen mata kuliah tersebut.

Melihat dari sejarah, menurut Nurudin, ketiga buku tersebut adalah tugas mahasiswa mata kuliah. Namun karena hasilnya bagus, maka ia berinisiatif menerbitkannya dalam bentuk buku. “Saya terinspirasi oleh Fajar, yang lebih dulu menerbitkan karya mahasiswanya,”ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Fajar sempat mengomentari gaya bahasa yang digunakan dalam ketiga buku tersebut yang menurutnya ringan, fresh dan tidak memihak. Ia juga menuturkan bahwa tulisan-tulisan didalamnya mengangkat hal yang sedang hangat dibicarakan dan disajikan dengan analisis yang tajam ala mahasiswa.
Selain itu, dosen yang terkesan ‘gaul’ itu juga membahas salah satu tulisan dalam Buku Kuda Troya berjudul Media Massa sebagai Tunggangan Politik, yang membahas ideologi jurnalis yang kalah dengan kepentingan politik. Tulisan tersebut mengangkat Musyawarah Nasional Golkar Bulan Oktober yang lalu sebagai contoh, Dimana TV-One di bawah Aburizal Bakrie terus memprofilkan dirinya sebagai calon ketua Golkar. Sedangkan Metro TV lebih banyak memprofilkan Surya Paloh.
Buku lainnya, Kuku-Kutu Media mengupas seks dan seksualitas yang menjadi komoditas media massa, mulai media cetak maupun elektronik. Dipaparkan Fajar, buku tersebut mengajak pembaca untuk lebih melek media, dan segera menyikapi fenomena di media massa yang kadang mempunyai dampak buruk.
Menutup pembahasan, Nurudin berharap kegiatan tersebut bisa memacu budaya menulis di Kampus Putih. “Semoga para dosen juga tergelitik untuk menulis buku, tidak kalah dengan mahasiswanya,” ujar pencetus Teori Kendi itu. lia
 
 
 

Baca Juga
Waspadai penipuan berkedok panitia penerimaan Mahasiswa baru
yang mengatas namakan Universitas Muhammadiyah Malang